Catatan Terhadap Al-Jazeera

Objek apa yang menarik untuk dikunjungi di Doha Qatar selain tujuan ceramah Ramadhan? Jawabnya tentu Saya ingin sekali berkunjung ke Stasiun Televisi favorite. Ya, betul. Al-Jazeera Channel memang bermarkaz di Doha Qatar. Maka kesempatan menghadiri undangan dari IMSQA 10 hari tidak saya sia-siakan. Dua kali Saya berkunjung ke Al-Jazeera. Memangnya apa sih hebatnya stasiun TV ini? Siapa yang tidak kenal Aljazeera. TV iniboleh dibilang unik dan ajaib di tengah hegemoni pers Barat yang pincang, hadir sebuah TV yang jelas-jelas berpihak kepada umat Islam. Ketika CNN mengatakan bahwa tentara Amerika berhasil memukul mundur pasukan Iraq, Aljazeera malah menampilkan gambar-gambar yang asli dimana tentara Amerika ketakutan dan lari tunggang-langgang. Dantiba-tiba semua mata dunia beralih ke Aljazeera. Saat ini Al Jazeera menyaingi BBC dalam skala jumlah pemirsa yang diperkirakan mencapai 50 juta pemirsa. Al-Jazeera sendiri tidak mengklaim diri sebagai TV yang pro kepada umat Islam. Sebaliknya mereka mengaku sebagai satu-satunya stasiun TV yang independen secara politik di Timur Tengah. Al Jazeera berawal dengan modal dari dana raja Qatar sejumlah 150 juta dolar, dan memulai siaran pada akhir 1996. Pada bulan April tahun tersebut, siaran BBC World dalam bahasa Arab mengalami masalah dengan pemerintah Arab Saudi, dan akhirnya harus menutup operasinya. Banyak mantan staf BBC yang kemudian bergabung dengan Al Jazeera.Reaksi BaratTentu saja Barat sangat tidak senang dengan kemunculan TV yang terkesan pro kepada umat Islam. Dan reaksi mereka tidak tanggung-tanggung. Pada 3 Maret 2003, menjelang invasi AS ke Irak, New York Stock Exchange melarang Al Jazeera (dan juga beberapa organisasi berita lainnya yang tidak disebutkan) dari pemberitaan dengan menggunakan alasanresmi karena `masalah keamanan`. Langkah ini kemudian juga diikuti oleh para pejabat pasar bursa Nasdaq. Bukan hanya itu, April 2003 kantor Al-Jazeera di Baghdad diserang oleh tentara AS, yang menewaskan reporter Tareq Ayyoub dan melukai seorang lainnya, meskipun sebelumnya AS telah menerima informasi tentang lokasi kantor tersebut. Hal ini juga pernah terjadi sebelumnya, yaitu pada 13 November 2001, ketika AS meluncurkan serangan roket ke kantor Al-Jazeera di Kabul pada saat invasi AS ke Afganistan, yang juga setelah AS menerima informasi tentang lokasi kantor tersebut. Awak kamera Al Jazeera, Sami Al-Haj,yang berwarganegara Sudan, juga ditahan oleh tentara AS pada awal tahun 2002 di Teluk Guantanamo, Kuba. November 2005, pengacara Sami Al-Haj yang bernama CliveStafford-Smith melaporkan bahwa dalam lebih dari seratus interogasi yang dialami Sami, petugas AS selalu menanyakan apakah Al-Jazeera merupakan corong al-Qaeda. Alasan penahanan Sami hingga kini tidak diketahui, meski pernyataan dari petugas AS selalu menyebutkannya sebagai ancaman keamanan.Nonton Al-Jazeera di IndonesiaAwalnya dulu saya berlangganan Kabel Visioin biar bisa nonton Al-Jazeera Arab. Lama-lama channel Arabnya hilang dan diganti denganversi Bahasa Inggris. Mungkin buat sebagian orang yang tidak paham, melihat versi Inggris lebih bisa dipahami. Ternyata dugaan orang keliru. Rupanya di dalam tubuh TV terjadi tarik menarik kepentingan.Konon, pihak Barat yang marah kepada TV ini menuntut agar TV ini lebih pro Barat. Entah bagaimana kemudian versi Inggris memang jauh lebih pro Barat, setidaknya tidak segarang versi Arab dalam pemberitaannya. Beberapa situs Islam yang copy paste dari situs Al-Jazeera versi Inggris pasti akan kehilangan `greget` pembelaannya kepada umat Islam. Itu sangat saya sesalkan. Rupanya para redaksi Al-Jazeera versi Arab juga merasa dirugikan, apalagi setelah Kabel Vision pun tidak lagi menyiarkan versi Arab di Indonesia. Mereka pun membuka siaran langsung via satelit. Kalau dulu harus berbayar, sekarang mereka buka dengan gratis. Al-Jazeera (Qatar), Antena-TV & RAI Frekuensi : 3.836 MHz Symbol-rate : 13.330 KHz. Buat saya kebijakan itu malah menguntungkan, ketimbang langganan TV yang pakai bayar, mending pakai parabola yang harganya cuma 1,5 jutaan tapi free untuk seterusnya. Dihitung-hitung kalau tiap bulan bayar 150 ribu lama-lama sebel juga. Malah dapat banyak siaran lain dalam bahasa Arab juga. Tentu saya malahbisa ikut pengajian jarak jauh di Masjid Al-Haram Mekkah, atau menonton khutbah Jumat dari berbagai masjid terkenal di Timur Tengah.

Catatan ini ditulis oleh Ust Ahmad Sarwat seorang penggiat dakwah yang begitu aktif di dunia maya. Tulisan-tulisan beliau dapat diperoleh di situs rumahfiqih.com dan ahmadsarwat.com

Sumber:
http://www.ahmadsarwat.com/v.php?id=48&=ke-aljazeera-channel-doha-qatar.htm

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s