Aturan Islam untuk Suporter Sepak Bola

image

Sepak bola adalah olahraga yang paling digandurungi manusia di muka bumi. Tidak peduli dengan ras, suku, ataupun bangsa, jutaan orang rela menjadi suporter sepak bola fanatik. Membela dan mempertaruhkan segalanya untuk sepak bola.

Termasuk jutaan suporter sepak bola di Indonesia yang rela mengorbankan segalanya demi membela klub sepak bola yang dicintainya. Tapi terkadang cinta terhadap klubnya itu bersifat berlebihan dengan melakukan perbuatan anarkis, bahkan sampai hilangnya nyawa.

Melihat terjadinya sifat berlebih-lebihan dalam mendukung tim sepak bola, seperti yang telah disampaikan di atas. Sebagai seorang Muslim perlu kita perhatikan prinsip-prinsip Islam dalam mendukung tim sepak bola. Sebagai berikut:

Pertama: Kecintaan Terhadap suatu Tim Tidak Boleh Melebihi Cinta Kepada Allah dan Rasul

Terkadang sebagian orang dalam mencintai sesuatu itu bisa terjerumus kepada cinta yang membinasakan. Termasuk mencintai suatu tim sepak bola. Jangan biarkan rasa cinta kita terhadap tim kesayangan melebihi cinta kepada Allah dan Rasulullah. Seperti yang disinggung Allah dalam firmannya

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّه

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.”(QS. Al Baqarah: 165).

Kedua: Menjaga Shalat

Para suporter sepak bola dalam menyaksikan pertandingan terkadang dihadapkan pada kondisi untuk meninggalkan shalat. Pembelian tiket yang antri sampai jadwal pertandingan yang menabrak waktu shalat merupakan contoh kondisi tersebut. Apapun  alasannya menjaga shalat adah kewajibam sebagai muslim.

Ketiga: Bersih dari Perjudian

Dalam industri sepak bola modern, perjudian telah menjadi salah satu bagian terpenting. Jutaan dolar pada berputar hanya untuk mempertaruhkan hasil skor sepak bola.

Sebagai seorang muslim, judi telah Allah haramkan sebagaimana tercantum dalam al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُوَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُو

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilahperbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maidah: 90).

Keempat: Tidak Mabuk-Mabukan

Sesuatu yang memabukan jelas dalam Islam haram untuk dikonsumsi. Selain itu, ketika suporter dalam keadaan mabuk emosi akan mudah terpicu dan perbuatan anarkis tidak akan hindarkan.

Allah swt berfirman:

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُون

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkanpermusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al Maidah: 91).

Kelima: Menahan Emosi dan Tidak Anarkis

Menjadi suporter sepak bola memerlukan kedewasaan berpikir dan bersikap. Tutur kata harus pandai-pandai menjaga agar tidak mengeluarkan caci maki, agar tidak memancing emosi pihak lain.
Menahan emosi dan tidak berbuat anarkis adalah bentuk kedewasaan bersikap dalam mendukung tim sepak bola. Tunjukan pada pihak lain bahwa seorang muslim dalam mendukung sebuah tim itu bersifat dewasa.
Allah swt berfirman:

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidakdianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 34-35).

Oleh: Waskito Hartono

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s