Tokoh Ikhwanul Muslim Meninggal

KAIRO — Tokoh Ikhwanul Muslimin Mesir, Farid Ismail, meninggal di rumah sakit penjara, Rabu lalu. Mantan anggota parlemen ini menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengalami stroke pekan lalu.

Ikhwanul Muslimin kemudian menuduh otoritas penjara mengabaikan Farid, karena tak segera membawanya ke rumah sakit. Sehingga kondisi kesehatannya memburuk.

Dikutip dariAhram Online,Sabtu, (16/5), Farid dilahirkan pada 1957.Ia ditangkap September 2013, sesudah divonis penjara selama tujuh tahun pada Juli 2014. Ia didakwa memicu kekerasan diwilayah Gubernur Sharkia. Menyusul dilengserkannya Muhammad Mursy dari kursi kepresidenan pada Juli 2013.

Lalu pada November 2013, Ikhwanul Muslimin dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh kabinet Mesir. Partai Kebebasan dan Keadilan yang menjadi kendaraan politik Ikhwanul pun diperintahkan untuk bubar oleh pengadilan, pada Agustus 2014.

Soedirman, Akitifis Islam yang Menjadi Jendral

image

Sejarah yang tertulis dalam buku mata pelajaran sekolah, terkadang ditulis secara tidak adil. Nilai-nilai perjuangan umat Islam yang begitu besar ditulis dengan porsi kecil. Tujuannya jangka panjang, yaitu melemahkan militansi dan loyalitas kaum muslimin terhadap Islam dalam mengatur negara. Wajar kalau Kapitalisme dan Sekulerisme begitu berjaya saat ini di Indonesia, sebagai buah ditulisnya sejarah secara sekuler.

Lanjutkan membaca “Soedirman, Akitifis Islam yang Menjadi Jendral”

Fanatisme Madzhab Biang Kerok Perpecahan

Oleh :Ustadz Wahyudi Abdurrahim,Lc
PCIM Mesir

Dalam Islam terdapat berbagai aliran mazhab. Setiap mazhab memiliki metodologi ijtihad dan hasil ijtihad masing-masing. Pengikut alam mazhab tersebut ada yang toleran terhadap mazhab lain, ada juga yang sangat fanatik. Untuk yang kedua ini biasanya menjadikan mazhabnya sebagai satu-satunya rujukan dalam berbagai hal. Ia tidak mau menoleh terhadap mazhab lainnya.
Lanjutkan membaca “Fanatisme Madzhab Biang Kerok Perpecahan”

IPM Berkunjung Ke Kantor Menpora

image

JAKARTA – Pimpinan pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah berkunjung  ke Kementrian Pemuda dan Olahraga dan diterima langsung oleh Menpora Imam Nahrowi (16/03/15). Kedatangan PP IPM dalam rangka untuk silaturahhmi dan memperkenalkan pengurus baru PP IPM Periode 2014-2016 pasca muktamar beberapa waktu lalu.ketua umum PP IPM M. Khoirul Huda menyampaikan kegelisahannya terhadap kondisi pemuda khususnya pelajar sebagai basis IPM di indonesia. “Sebagai kementerian yang fokus pada kepemudaan, IPM mendorong Menpora untuk serius memberdayakan pemuda termasuk pelajar” ujarnya.Menpora Imam Nahrowi menyampaikan “IPM sebagai organisasi yang mendapat 3 kali OKP terbaik nasional dan dua kali ASEAN TAYO harus menunjukkan kontribusinya untuk pelajar, banyak pelajar yang tidak ikut organisasi diluar sana harus dirangkul oleh IPM, mereka yang berbasis komunitas, hobby harus di ajak oleh IPM tidak hanya sekedar seminar-seminar diruangan” ujar Menpora.PP IPM pada periode ini mengusung tagline “Rumah Inspiratif Pelajar Indonesia”, pasca Rakernas di Solo IPM mendeklarasikan gerakan #pelajar lawan narkoba karena narkoba cukup memberikan dampak negative yang luar biasa untuk pelajar, selain itu persoalan kekerasan dan kebudayaan juga menjadi garapan IPM.Dalam kunjunganya ketua umum didampingi oleh Bendahara Umum, Bendhara I, Ketua Apresiasi Seni Budaya (ASBO), Ketua dan anggota Advokasi, Ketua Hubungan Luar Negeri dan Antar Lembaga (HUBLA).“kami berharap Menpora menjadi mitra strategis bagi organisasi kepemudaan yang memiliki visi, program dan kepengurusan yang jelas untuk mendorong pengembangan kreatifitas daninovasi bagi pemuda dan pelajar” imbuh huda. di akhir pertemuan PP IPM memberikan cinderamata kepada Menpora berupa buku-buku karya IPM.

Kontributor :Muhammad Khoirul HudaArea              : Jakarta

Sumber:
http://www.sangpencerah.com/2015/03/menpora-terima-kunjungan-pp-ikatan.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook&m=1

Catatan Terhadap Al-Jazeera

Objek apa yang menarik untuk dikunjungi di Doha Qatar selain tujuan ceramah Ramadhan? Jawabnya tentu Saya ingin sekali berkunjung ke Stasiun Televisi favorite. Ya, betul. Al-Jazeera Channel memang bermarkaz di Doha Qatar. Maka kesempatan menghadiri undangan dari IMSQA 10 hari tidak saya sia-siakan. Dua kali Saya berkunjung ke Al-Jazeera. Memangnya apa sih hebatnya stasiun TV ini? Siapa yang tidak kenal Aljazeera. TV iniboleh dibilang unik dan ajaib di tengah hegemoni pers Barat yang pincang, hadir sebuah TV yang jelas-jelas berpihak kepada umat Islam. Ketika CNN mengatakan bahwa tentara Amerika berhasil memukul mundur pasukan Iraq, Aljazeera malah menampilkan gambar-gambar yang asli dimana tentara Amerika ketakutan dan lari tunggang-langgang. Dantiba-tiba semua mata dunia beralih ke Aljazeera. Saat ini Al Jazeera menyaingi BBC dalam skala jumlah pemirsa yang diperkirakan mencapai 50 juta pemirsa. Al-Jazeera sendiri tidak mengklaim diri sebagai TV yang pro kepada umat Islam. Sebaliknya mereka mengaku sebagai satu-satunya stasiun TV yang independen secara politik di Timur Tengah. Al Jazeera berawal dengan modal dari dana raja Qatar sejumlah 150 juta dolar, dan memulai siaran pada akhir 1996. Pada bulan April tahun tersebut, siaran BBC World dalam bahasa Arab mengalami masalah dengan pemerintah Arab Saudi, dan akhirnya harus menutup operasinya. Banyak mantan staf BBC yang kemudian bergabung dengan Al Jazeera.Reaksi BaratTentu saja Barat sangat tidak senang dengan kemunculan TV yang terkesan pro kepada umat Islam. Dan reaksi mereka tidak tanggung-tanggung. Pada 3 Maret 2003, menjelang invasi AS ke Irak, New York Stock Exchange melarang Al Jazeera (dan juga beberapa organisasi berita lainnya yang tidak disebutkan) dari pemberitaan dengan menggunakan alasanresmi karena `masalah keamanan`. Langkah ini kemudian juga diikuti oleh para pejabat pasar bursa Nasdaq. Bukan hanya itu, April 2003 kantor Al-Jazeera di Baghdad diserang oleh tentara AS, yang menewaskan reporter Tareq Ayyoub dan melukai seorang lainnya, meskipun sebelumnya AS telah menerima informasi tentang lokasi kantor tersebut. Hal ini juga pernah terjadi sebelumnya, yaitu pada 13 November 2001, ketika AS meluncurkan serangan roket ke kantor Al-Jazeera di Kabul pada saat invasi AS ke Afganistan, yang juga setelah AS menerima informasi tentang lokasi kantor tersebut. Awak kamera Al Jazeera, Sami Al-Haj,yang berwarganegara Sudan, juga ditahan oleh tentara AS pada awal tahun 2002 di Teluk Guantanamo, Kuba. November 2005, pengacara Sami Al-Haj yang bernama CliveStafford-Smith melaporkan bahwa dalam lebih dari seratus interogasi yang dialami Sami, petugas AS selalu menanyakan apakah Al-Jazeera merupakan corong al-Qaeda. Alasan penahanan Sami hingga kini tidak diketahui, meski pernyataan dari petugas AS selalu menyebutkannya sebagai ancaman keamanan.Nonton Al-Jazeera di IndonesiaAwalnya dulu saya berlangganan Kabel Visioin biar bisa nonton Al-Jazeera Arab. Lama-lama channel Arabnya hilang dan diganti denganversi Bahasa Inggris. Mungkin buat sebagian orang yang tidak paham, melihat versi Inggris lebih bisa dipahami. Ternyata dugaan orang keliru. Rupanya di dalam tubuh TV terjadi tarik menarik kepentingan.Konon, pihak Barat yang marah kepada TV ini menuntut agar TV ini lebih pro Barat. Entah bagaimana kemudian versi Inggris memang jauh lebih pro Barat, setidaknya tidak segarang versi Arab dalam pemberitaannya. Beberapa situs Islam yang copy paste dari situs Al-Jazeera versi Inggris pasti akan kehilangan `greget` pembelaannya kepada umat Islam. Itu sangat saya sesalkan. Rupanya para redaksi Al-Jazeera versi Arab juga merasa dirugikan, apalagi setelah Kabel Vision pun tidak lagi menyiarkan versi Arab di Indonesia. Mereka pun membuka siaran langsung via satelit. Kalau dulu harus berbayar, sekarang mereka buka dengan gratis. Al-Jazeera (Qatar), Antena-TV & RAI Frekuensi : 3.836 MHz Symbol-rate : 13.330 KHz. Buat saya kebijakan itu malah menguntungkan, ketimbang langganan TV yang pakai bayar, mending pakai parabola yang harganya cuma 1,5 jutaan tapi free untuk seterusnya. Dihitung-hitung kalau tiap bulan bayar 150 ribu lama-lama sebel juga. Malah dapat banyak siaran lain dalam bahasa Arab juga. Tentu saya malahbisa ikut pengajian jarak jauh di Masjid Al-Haram Mekkah, atau menonton khutbah Jumat dari berbagai masjid terkenal di Timur Tengah.

Catatan ini ditulis oleh Ust Ahmad Sarwat seorang penggiat dakwah yang begitu aktif di dunia maya. Tulisan-tulisan beliau dapat diperoleh di situs rumahfiqih.com dan ahmadsarwat.com

Sumber:
http://www.ahmadsarwat.com/v.php?id=48&=ke-aljazeera-channel-doha-qatar.htm

Pembelaan Suporter Bola untuk Rasulullah

image

Doha. Ada yag menarik dalam pertandingan Piala Dunia Bola Tangan di Qatar. Usai pertandingan TimnasMesir melawan Timnas Prancis, suporter Mesir meneriakan dukungan mereka terhadap Rasullah Saw.. Hal ini mereka lakukan sebagai bentuk protes terhadap penistaan kartun nabi yang diterbitakn oleh majalah terbitan Prancis, Charlie Hebdo.Yel-yel pembelaan terhadap Rasulullah Saw. itu mereka teriakan dalam bahasa Prancis yang artinya. “Dengan jiwa dan darah kami, kami siap berkorban untuk wahai baginda Muhammad Saw..” Diharapakan pesan pembelaan itu didengar oleh para pemain dari timnas Prancis.Perlu diketahui bahwa dalam edisi perdananya paska penyerangan teroris ke kantor majalah Charlie Hebdoa, surat kabar yang terbit pekanan ini, ternyata menerbitkan kartun nabi kembali. Sebuah tindakan yang mengundang banyak kecaman dan menuntut umat Islam dunia untuk menggalang aksi penentangannya dengan cara-cara damai.
Sumber:
dakwatuna